Isu ini sebenarnya sudah pernah ditanggapi Bank Indonesia pada akhir 2022.
Saat itu, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, menegaskan tidak ada pencetakan khusus.
Menurutnya, uang yang sudah beredar memang memiliki nomor seri acak, lalu ada pihak yang menukarkan dengan seri yang kebetulan sesuai.
Selain menyinggung soal Peruri, Uchok juga menyoroti pemasok tinta pengaman asal Swiss, SICPA, yang memasok kebutuhan cetak uang di banyak negara.
Ia menilai, Indonesia perlu memeriksa kemungkinan penyimpangan pasokan tinta.
Sebagai catatan, SICPA sendiri tengah menghadapi kasus hukum di Swiss.
Perusahaan itu dinyatakan bersalah oleh Kejaksaan Agung Swiss (OAG) karena lemahnya sistem pengawasan internal yang membuka celah praktik suap di sejumlah negara seperti Brasil, Kolombia, dan Venezuela.
Sumber: SeputarCibubur
Artikel Terkait
Mati-Matian Jokowi Bantu PSI: Sinyal Kuat Gibran Capres 2034 & Karier Kaesang?
Dahnil Anzar Didesak Copot! Ini Kata Cangkem yang Bikin Heboh ke Buya Anwar Abbas
Prabowo Didesak Copot Dahnil Anzar, Ucapan Cangkem ke Sesepuh Muhammadiyah Bikin Heboh
Dahnil Anzar Dikecam PBNU: Ini Kata Kiai Ikhsan Soal Polemik Adab Pejabat yang Bikin Heboh