Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Syuro PKS, Mulyanto menilai bahwa kabinet Indonesia Maju bukanlah kabinet yang proffesional. Ia terang-terangan menyebut perombakan jajaran menteri dan wakil menteri itu hanya pesta tutup tahun.
"Inikan soal kabinet koalisi partai bukan kabinet profesional. Jadi di tengah masalah migor yang berlarut-larut, reshuffel ini sekedar pesta tutup tahun, seremonial agar semua pihak happy namun tidak menyelesaikan substansi masalah. Itu hanya soal politik kekuasaan, bukan politik pembangunan," tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera pesimis bakal terjadi perubahan jika melihat dari umur pemerintahan hanya 20 bulan. Terutama dalam mengatasi permasalahan minyak goreng, tingginya harga kebutuhan pokok, serta sengketa tanah hingga ekonomi.
"Paling sederhana bisa dilihat dua pekan ke depan, apakah ada perubahan dari pola ini. Jika dalam waktu dua minggu ini ada perubahan dari harga minyak goreng dan komoditas yang diperlukan masyarakat, maka reshuffle yang dilakukan efektif," tuturnya.
Sumber: populis.id
Artikel Terkait
KPK Bongkar Skandal Dapur Gratis: Keracunan hingga Pengawasan Bolong!
Menguak Motif Kasus Andrie Yunus: Benarkah Hanya Dendam Pribadi?
Habib Rizieq Buka Suara: FPI Bukan Cooling Down, Tapi Nonton Buaya Ribut
Reshuffle Kabinet Prabowo Besok? Isu Bahlil Lahadalia Naik Jadi Menko Bikin Heboh!