Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Syuro PKS, Mulyanto menilai bahwa kabinet Indonesia Maju bukanlah kabinet yang proffesional. Ia terang-terangan menyebut perombakan jajaran menteri dan wakil menteri itu hanya pesta tutup tahun.
"Inikan soal kabinet koalisi partai bukan kabinet profesional. Jadi di tengah masalah migor yang berlarut-larut, reshuffel ini sekedar pesta tutup tahun, seremonial agar semua pihak happy namun tidak menyelesaikan substansi masalah. Itu hanya soal politik kekuasaan, bukan politik pembangunan," tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera pesimis bakal terjadi perubahan jika melihat dari umur pemerintahan hanya 20 bulan. Terutama dalam mengatasi permasalahan minyak goreng, tingginya harga kebutuhan pokok, serta sengketa tanah hingga ekonomi.
"Paling sederhana bisa dilihat dua pekan ke depan, apakah ada perubahan dari pola ini. Jika dalam waktu dua minggu ini ada perubahan dari harga minyak goreng dan komoditas yang diperlukan masyarakat, maka reshuffle yang dilakukan efektif," tuturnya.
Sumber: populis.id
Artikel Terkait
PMI Investasi Rp 5,3 Triliun di Indonesia: Sampoerna Jadi Pusat Ekspor Global untuk 30+ Negara?
Impor 105 Ribu Pikap India Ditolak, Mahasiswa Desak Dirut Agrinas Dicopot!
Gagal Total Negosiasi ART? Pakar Sebut Tim Ekonomi Prabowo Hanya Jadi Janitor AS
Ijazah Paket C Tiyo Ardianto Disorot, Buni Yani: Tak Masalah, Ini Justru Buktikan...