Ketua DPP PKS, Buchori Yusuf menilai bahwa utak atik kabinet ini lebih bermuatan politis ketimbang murni atas kinerja.
"Namanya juga lembaga presiden ya Presiden itu terpilihnya karena proses politik, sehingga semua yang dilakukan tidak mungkin lepas daripada politik saya kira itu yang paling sederhana. Jadi ketika mereshuffle apakah karena semata-mata untuk kinerja atau kemudian kepentingan politik? Ya bisa saja kedua-duanya dan sangat kentallah (politis) di situ," katanya kepada Populis.id pada Kamis (16/06/2022).
Namun demikian ia tetap berharap agar menteri yang baru dilantik menjalankan tugas dengan baik, sesuai dengan tupoksinya. Ia menekankan bahwa publik menunggu hasil kerja nyata dari menteri-menteri dan para wakil menteri.
"Yang penting kami minta agar para menteri yang telah mendapat tugas dari Presiden itu menjalankan tugasnya secara profesional. Jangan sampai fokusnya justru nanti bisa jadi gagal fokus. Jadi fokusnya untuk kerja tapi ternyata prakteknya adalah untuk kepentingan politik semata karena yang akan dirugikan rakyat," paparnya.
Artikel Terkait
PMI Investasi Rp 5,3 Triliun di Indonesia: Sampoerna Jadi Pusat Ekspor Global untuk 30+ Negara?
Impor 105 Ribu Pikap India Ditolak, Mahasiswa Desak Dirut Agrinas Dicopot!
Gagal Total Negosiasi ART? Pakar Sebut Tim Ekonomi Prabowo Hanya Jadi Janitor AS
Ijazah Paket C Tiyo Ardianto Disorot, Buni Yani: Tak Masalah, Ini Justru Buktikan...