Menurutnya, ketiadaan penyebutan gelar akademik Jokowi dari UGM dalam sebuah disertasi yang komprehensif dan berjumlah ratusan halaman patut dipertanyakan. βIni menarik,β tegasnya.
Romo Stefanus juga menyoroti kutipan dalam disertasi tersebut yang merujuk pada artikel Solopos mengenai seorang calon wali kota Solo yang pernah mengalami kendala dalam pemenuhan persyaratan administratif. Meski tidak memastikan bahwa yang dimaksud adalah Jokowi, ia menekankan pentingnya transparansi dan verifikasi dokumen publik, terutama bagi pemegang jabatan tinggi negara.
Artikel ini bersumber dari: RMOL
Artikel Terkait
PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD, Ini Solusi Revolusioner Mereka untuk Hentikan Politik Uang
Menko Pangan Zulkifli Hasan Blusukan ke Wonosobo, Apa Hasil Tinjauan SPPG Kalikajar?
Target Kandang Gajah PSI di Jateng 2029: Mimpi Ambisius atau Bisa Terwujud?
Pertemuan Rahasia Eggi-Damai dengan Jokowi: Misi Khusus atau Pencairan Isu? TPUA Bantah!