Menurutnya, ketiadaan penyebutan gelar akademik Jokowi dari UGM dalam sebuah disertasi yang komprehensif dan berjumlah ratusan halaman patut dipertanyakan. “Ini menarik,” tegasnya.
Romo Stefanus juga menyoroti kutipan dalam disertasi tersebut yang merujuk pada artikel Solopos mengenai seorang calon wali kota Solo yang pernah mengalami kendala dalam pemenuhan persyaratan administratif. Meski tidak memastikan bahwa yang dimaksud adalah Jokowi, ia menekankan pentingnya transparansi dan verifikasi dokumen publik, terutama bagi pemegang jabatan tinggi negara.
Artikel ini bersumber dari: RMOL
Artikel Terkait
KPK Bongkar Skandal Dapur Gratis: Keracunan hingga Pengawasan Bolong!
Menguak Motif Kasus Andrie Yunus: Benarkah Hanya Dendam Pribadi?
Habib Rizieq Buka Suara: FPI Bukan Cooling Down, Tapi Nonton Buaya Ribut
Reshuffle Kabinet Prabowo Besok? Isu Bahlil Lahadalia Naik Jadi Menko Bikin Heboh!