Trump Matangkan Rencana Serangan Militer ke Iran, Respons atas Gelombang Protes Mematikan
Iran telah mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat untuk tidak melakukan serangan militer, menyusul laporan bahwa Presiden AS Donald Trump serius mempertimbangkan opsi militer sebagai tanggapan atas gelombang protes yang mengguncang negara tersebut. Jumlah korban tewas dalam demonstrasi dilaporkan telah mencapai ratusan jiwa.
Opsi Serangan Militer AS di Meja Presiden Trump
Seorang pejabat Gedung Putih mengungkapkan bahwa Presiden Trump telah menerima pengarahan mengenai berbagai opsi serangan militer ke Iran, termasuk target sipil. Pengarahan lebih mendalam rencananya akan diberikan pada Selasa mendatang, melibatkan pejabat senior untuk membahas langkah strategis.
Selain opsi serangan konvensional, pilihan lain yang dipertimbangkan termasuk memperkuat dukungan online untuk kelompok anti-pemerintah, melancarkan serangan siber rahasia terhadap situs militer dan sipil Iran, serta menjatuhkan sanksi lebih ketat terhadap rezim.
Korban Jiwa Protes Melonjak, Internet Iran Dipadamkan
Berdasarkan laporan dari berbagai organisasi pemantau HAM, korban jiwa dalam protes dan tindakan keras terus bertambah. Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) melaporkan sedikitnya 538 orang tewas, termasuk 490 pengunjuk rasa, dengan lebih dari 10.600 orang ditangkap.
Artikel Terkait
Rusia Tembak Jatuh F-16 Ukraina: Benarkah Rudal S-300 Bisa Lumpuhkan Jet Legendaris AS?
AS Perintahkan Warga Segera Tinggalkan Venezuela: Ada Apa dengan Kelompok Bersenjata yang Memburu Warga AS?
AS Desak Warga Negara-nya Segera Tinggalkan Venezuela: Ancaman Milisi Colectivos & Status Level 4!
Latihan Militer China, Rusia, Iran di Afrika Selatan: Sinyal Perang Baru atau Hanya Pamer Kekuatan?