Setahun Presiden Prabowo: Efisiensi vs Pembagian Jabatan dan Reformasi yang Meredup
Direktur Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti, mengungkapkan adanya kesenjangan antara kebijakan dan implementasi di lapangan setelah hampir satu tahun Prabowo Subianto memimpin sebagai Presiden RI. Salah satu poin kritik utama adalah pembagian jabatan yang dinilai bertolak belakang dengan slogan efisiensi pemerintahan.
Pembagian Jabatan vs Slogan Efisiensi
Ray Rangkuti menyoroti bahwa dalam praktiknya, jabatan terus dibagi-bagi meskipun pemerintah memiliki kebijakan efisiensi. Menurutnya, hal ini jelas bertentangan dengan prinsip efektivitas dan efisiensi yang dicanangkan.
Potongan Transfer Ke Daerah dan Pengangkatan Pejabat Baru
Kontradiksi lainnya terlihat dari kebijakan fiskal. Ray menyebutkan, Transfer Ke Daerah (TKD) justru dipotong, sementara pemerintah pusat secara bersamaan terus melantik pejabat-pejabat baru. Situasi ini, katanya, membuat daerah kekurangan anggaran, sementara dana yang ada dialokasikan untuk membiayai pejabat baru.
Artikel Terkait
Bahlil Berani Tantang Mafia Impor: Demi Merah Putih, Nyawa Saya Korbankan untuk Swasembada Energi!
Luhut Tantang Bukti Saham Toba Pulp: Saya Jengkel, Justru Ingin Tutup Pabriknya!
PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD, Ini Solusi Revolusioner Mereka untuk Hentikan Politik Uang
Menko Pangan Zulkifli Hasan Blusukan ke Wonosobo, Apa Hasil Tinjauan SPPG Kalikajar?