Setahun Presiden Prabowo: Efisiensi vs Pembagian Jabatan dan Reformasi yang Meredup
Direktur Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti, mengungkapkan adanya kesenjangan antara kebijakan dan implementasi di lapangan setelah hampir satu tahun Prabowo Subianto memimpin sebagai Presiden RI. Salah satu poin kritik utama adalah pembagian jabatan yang dinilai bertolak belakang dengan slogan efisiensi pemerintahan.
Pembagian Jabatan vs Slogan Efisiensi
Ray Rangkuti menyoroti bahwa dalam praktiknya, jabatan terus dibagi-bagi meskipun pemerintah memiliki kebijakan efisiensi. Menurutnya, hal ini jelas bertentangan dengan prinsip efektivitas dan efisiensi yang dicanangkan.
Potongan Transfer Ke Daerah dan Pengangkatan Pejabat Baru
Kontradiksi lainnya terlihat dari kebijakan fiskal. Ray menyebutkan, Transfer Ke Daerah (TKD) justru dipotong, sementara pemerintah pusat secara bersamaan terus melantik pejabat-pejabat baru. Situasi ini, katanya, membuat daerah kekurangan anggaran, sementara dana yang ada dialokasikan untuk membiayai pejabat baru.
Artikel Terkait
PMI Investasi Rp 5,3 Triliun di Indonesia: Sampoerna Jadi Pusat Ekspor Global untuk 30+ Negara?
Impor 105 Ribu Pikap India Ditolak, Mahasiswa Desak Dirut Agrinas Dicopot!
Gagal Total Negosiasi ART? Pakar Sebut Tim Ekonomi Prabowo Hanya Jadi Janitor AS
Ijazah Paket C Tiyo Ardianto Disorot, Buni Yani: Tak Masalah, Ini Justru Buktikan...