Dugaan Pembengkakan Anggaran Proyek Kereta Cepat Whoosh: Potensi Kerugian Negara
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh diduga mengandung rencana jahat karena adanya pembengkakan anggaran yang berpotensi merugikan negara. Pernyataan ini disampaikan oleh ekonom Anthony Budiawan dari Political Economy and Policy Studies (PEPS).
Analisis Ekonomi Ungkap Pembengkakan Biaya
Anthony Budiawan menjelaskan bahwa pengalihan proyek Whoosh dari Jepang ke China tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Alasan pemerintah mengenai permintaan jaminan dari Jepang dinilai tidak konsisten, mengingat skema serupa juga diterapkan dalam proyek MRT.
Biaya proyek Whoosh awalnya sebesar 5,5 miliar dolar AS kemudian membengkak menjadi 6,07 miliar dolar AS. Dalam komponen pembengkakan biaya 1,2 miliar dolar AS tersebut, terdapat bunga yang dikapitalisasi sebesar 3,4%, lebih tinggi dari bunga utang pokok sebesar 2%.
Artikel Terkait
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?