Analisis perbandingan dengan penawaran Jepang menunjukkan kerugian akibat pengalihan proyek ke China mencapai 4,5 miliar dolar AS. Selain itu, terdapat dugaan markup dari 4,5 miliar dolar per kilometer menjadi 6,07 miliar dolar per kilometer.
Biaya pembangunan Whoosh per kilometer mencapai 28 juta dolar AS, jauh lebih mahal dibandingkan kereta cepat Shanghai-Hangzhou yang hanya 22 juta dolar AS per kilometer.
Rekomendasi Penanganan oleh KPK
Anthony menegaskan bahwa kasus dugaan korupsi Whoosh harus diproses oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini semakin menguat dengan adanya Perpres 89/2023 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemberian Penjaminan Pemerintah untuk Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat.
Perpres tersebut dinilai memberikan payung hukum bahwa APBN dapat digunakan untuk proyek kereta cepat, sehingga diperlukan evaluasi mendalam oleh para ahli hukum.
Artikel Terkait
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?
Robot atau Boneka? Rismon Sianipar Dituding Diremot dari Solo untuk Serang Roy Suryo
Anies Baswedan Datang Tanpa Undangan ke Halal Bihalal SBY, Demokrat: Panitia Tidak Mengundang