Akbar mengingatkan bahwa kader Gerindra dibina langsung oleh Ketua Umum Prabowo Subianto untuk berjuang demi kesejahteraan rakyat. Para kader, menurutnya, telah bekerja keras membesarkan partai dengan pengorbanan yang tulus.
"Karena itu, jangan sampai ada yang datang hanya untuk berlindung atau mencari keuntungan yang justru bisa mencederai kepercayaan publik terhadap Partai Gerindra," lanjutnya.
Ia menekankan bahwa pengkaderan di Gerindra berlangsung secara berjenjang, sistematis, dan berlandaskan ideologi perjuangan, bukan sesuatu yang muncul tiba-tiba karena kepentingan sesaat.
Akbar berharap pandangan dari kader Tidar se-Jawa Barat ini dapat menjadi pertimbangan penting bagi pimpinan pusat Partai Gerindra dalam menyikapi rencana bergabungnya Budi Arie Setiadi ke dalam struktur partai.
Artikel Terkait
Analisis Pilpres 2029: Prabowo Diusulkan Gandeng Sjafrie, Benarkah untuk Hindari Kesalahan Gibran?
Rektor Paramadina Sindir Ijazah Palsu, Warganet Heboh Soroti UGM: Siapa yang Dimaksud?
Dokter Tifa Bongkar: Kubu Jokowi yang Tawarkan Restorative Justice, Bukan Kami!
Mahfud MD Buka Suara: KPK Kini Sudah Mulai Bagus, Benarkah Tak Lagi Dipegang Lehernya?