Lebih lanjut, Erizal menyebut kondisi Jokowi seperti mengalami "alergi pengadilan". "Makanya dokter Tifa yakin Jokowi tak akan hadir di pengadilan karena sakit. Istilahnya, alergi pengadilan," katanya.
Menurut analisis Erizal, gaya politik Jokowi telah mengubah persepsi publik. "Agaknya, begitulah gaya berpolitik Jokowi. Sakit pun bisa jadi bahan dipolitisasi. Bisa jadi nanti orang tak percaya kalau Jokowi benar-benar sakit. Sakit atau sehat tergantung apa yang sedang dihadapi," pungkasnya.
Polemik ini menyisakan pertanyaan mendalam tentang transparansi dan konsistensi alasan yang diberikan, serta bagaimana kesehatan bisa menjadi alat politik yang memengaruhi kepercayaan publik.
Artikel Terkait
Republik Fufufafa Slank: Bahaya Laten yang Masih Mengendalikan Indonesia Hingga 2029?
Indonesia Kehilangan Peradaban? Ini Analisis Kritis Aktivis Senior Soal Hukum & Moral yang Tergerus
Presiden Prabowo Buka Suara: Menteri Turun ke Bencana, Pencitraan atau Bukti Nyata?
Gus Yahya Tantang Rais Aam: Selesaikan di Muktamar 2026! Ini Kata-Katanya