Dinilai Sebagai Reformasi Setengah Hati
Sri Radjasa melanjutkan bahwa komposisi keanggotaan ini menimbulkan tanda tanya besar di mata publik. Menurutnya, melibatkan pihak yang dianggap sebagai bagian dari sistem lama justru memberikan kesan bahwa reformasi Polri tidak dilakukan secara sungguh-sungguh.
"Kondisi ini jadi kayak ada reformasi setengah hati," tegasnya.
Klaim Intervensi dalam Audiensi Ijazah
Sri Radjasa juga mengaitkan keberadaan para petinggi tersebut dengan insiden audiensi di STIK-PTIK mengenai kasus ijazah. Ia mengklaim ada intervensi dari anggota komisi reformasi terhadap Ketua Komisi, Jimly Asshiddiqie, terkait kehadiran Roy Suryo dan kawan-kawan yang berstatus tersangka.
"Di situ saya pikir juga tidak fair karena kelihatan sekali ada intervensi para petinggi Polri yang ada di tim reformasi kepada Jimly untuk tidak menghadirkan Roy Suryo cs dengan alasan sebagai tersangka. Ini ada tekanan, terutama di situ ada Tito, Sigit juga ada," tandas Sri Radjasa.
Artikel Terkait
KPK Bongkar Skandal Dapur Gratis: Keracunan hingga Pengawasan Bolong!
Menguak Motif Kasus Andrie Yunus: Benarkah Hanya Dendam Pribadi?
Habib Rizieq Buka Suara: FPI Bukan Cooling Down, Tapi Nonton Buaya Ribut
Reshuffle Kabinet Prabowo Besok? Isu Bahlil Lahadalia Naik Jadi Menko Bikin Heboh!