Partai Baru Hanya Kendaraan Pragmatis? Ini Bahaya Catch-All Party Tanpa Ideologi

- Selasa, 20 Januari 2026 | 10:25 WIB
Partai Baru Hanya Kendaraan Pragmatis? Ini Bahaya Catch-All Party Tanpa Ideologi

Fatta memperingatkan dampak serius dari fenomena ini terhadap masyarakat. Tanpa keterikatan ideologis yang kuat, publik cenderung mudah berpindah-pindah pilihan (swing voters).

Padahal, party ID atau loyalitas ideologis terhadap partai sangat penting untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah dan arah tujuan negara dalam jangka panjang.

Pentingnya Cleavage Sosial dan Basis Nyata

Analis ini menekankan bahwa partai yang sehat harus lahir dari cleavage sosial yang jelas, seperti perbedaan kelas, agama, atau kepentingan pusat-daerah.

"Jika tidak ada cleavage baru, maka tidak ada basis elektoral baru. Bahkan partai yang seharusnya punya basis kuat seperti partai buruh pun menghadapi masalah fragmentasi. Ini masalah kita," ungkap Fatta.

Kunci Partai Baru Agar Tidak Sekadar Pragmatis

Nurul Fatta menegaskan bahwa bagi partai baru, membangun ideologi yang jelas dan basis sosial yang nyata adalah kunci utama. Tanpa itu, partai hanya akan menjadi kendaraan pragmatis bagi elite politik, alih-alih memberikan representasi yang sesungguhnya bagi masyarakat.

Halaman:

Komentar