Sebetulnya, menurut Eko, terpilihnya nama Ganjar oleh sebagian besar DPW NasDem mengafirmasi beberapa hasil lembaga survei. Lembaga-lembaga survei kredibel memang selalu menempatkan mana Ganjar sebagai tokoh yang didukung masyarakat luas.
"Bahkan, survei Charta Politika terakhir menjelaskan elektabilitas Ganjar sudah mencapai angka 36,5 persen. Artinya, ada sepertiga rakyat Indonesia yang jatuh hati pada kepemimpinan Ganjar," ucap Eko.
Suara ini juga dilihat dari para pemilih partai. Pemilih Partai NasDem misalnya, sebanyak 31 persen menjatuhkan pilihan ke Ganjar. "Jadi, pilihan 29 DPW itu benar-benar menggambarkan suara arus bawah partai Nasdem," ucapnya.
Eko yakin, pada saatnya, Partai NasDem yang berhaluan nasionalis juga akan lebih memilih capres dengan jiwa nasionalis yang sama. Seperti kata Ketua Umum NasDem Surya Paloh, yang mengingatkan agar Pemilu 2024 nanti jangan terjebak dengan politik identitas.
"Kami setuju dengan Pak Surya Paloh. Kita harus menjadikan Pilpres dan Pemilu hanya sebagai tradisi lima tahunan. Jangan sampai malah menjadi faktor yang memecah bangsa,” pungkasnya.
Sumber: rm.id
Artikel Terkait
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?