Jika Budisatrio masuk sebagai Menlu, maka Sugiono disebut akan mengalami reposisi jabatan menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), menggantikan Pratikno.
Menanggapi isu reshuffle, Sugiono hanya tersenyum dan mengatakan bahwa hal tersebut sepenuhnya wewenang Presiden. Analis politik melihat pergeseran ini lebih sebagai reposisi alami dalam koalisi daripada reshuffle bermuatan konflik.
Kementerian Komunikasi dan Digital Juga Diisukan Berganti
Tak hanya di posisi ekonomi dan luar negeri, isu reshuffle juga menjalar ke Kementerian Komunikasi dan Digital. Nama Angga Raka Prabowo, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, digadang-gadang akan menggantikan Meutya Hafid sebagai Menkomdigi.
Meutya Hafid memilih untuk tidak berkomentar dan menghindar ketika ditanya wartawan mengenai kabar reshuffle ini, menambah ketegasan isu yang beredar.
Analisis: Reshuffle atau Reposisi Strategis?
Pengamat politik Agung Baskoro dari Trias Politika Strategis menilai pergeseran ini lebih tepat disebut reposisi strategis. Pergantian lebih didorong oleh kebutuhan penempatan SDM yang tepat dan faktor kesehatan, bukan konflik internal.
"Saya lebih melihat reposisi saja, Presiden Prabowo punya mahzab ‘Rangkulisme’ semua. Apalagi ini mitra koalisi terdekat," ujar Agung. Ia juga menepis anggapan bahwa reposisi ini akan memicu ketegangan politik.
Artikel Terkait
Menteri Muda Zaman Now Cuma Seperti Barbie? Analisis Pedas Sejarawan JJ Rizal
Menteri PU Terbata-bata di DPR: Skema Anggaran Bencana Ternyata Pakai Utang Dulu?
Prodem Peringatkan Prabowo: Pindahkan Polri dari Bawah Presiden, Ini Risiko Malapetaka yang Mengintai!
SP3 Eggi-Damai: Restorative Justice atau Manipulasi Hukum yang Menggemparkan?