Mati-Matian Jokowi Bantu PSI: Sinyal Kuat Gibran Capres 2034 & Karier Kaesang?

- Selasa, 03 Februari 2026 | 17:25 WIB
Mati-Matian Jokowi Bantu PSI: Sinyal Kuat Gibran Capres 2034 & Karier Kaesang?

Jamiluddin menjelaskan bahwa tindakan Jokowi ini sejalan dengan teori dramaturgi. Di panggung depan, kerja kerasnya terlihat seperti murni untuk membesarkan PSI agar menjadi partai besar dan diperhitungkan, yang disambut antusias oleh kader.

Namun, di panggung belakang, target sesungguhnya lebih kompleks. "Target awalnya membesarkan PSI, tetapi target sesungguhnya adalah untuk memapankan Kaesang di PSI dan memastikan Gibran tetap menjadi wapres pada 2029, lalu mengantarkannya menjadi presiden pada 2034," ujar Jamiluddin.

PSI Sebagai Kendaraan Politik Dinasti

Berdasarkan analisis ini, motivasi Jokowi diklaim bukan sekadar untuk menguatkan PSI sebagai institusi, melainkan menjadikannya alat untuk memperkuat dinasti politik keluarga. Janji kerja mati-matian tersebut dipandang sebagai strategi untuk mengonsolidasikan kekuatan dan pengaruh.

"Bila hal ini terwujud, maka dinasti politik Jokowi akan semakin kuat dan bersinar," pungkas Jamiluddin. Analisis ini menegaskan bahwa langkah Jokowi ke PSI akan terus menjadi sorotan utama dalam peta perpolitikan Indonesia ke depan, terutama terkait masa depan Gibran dan Kaesang.

Halaman:

Komentar