Sikap ini muncul menyusul sinyal dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga menyatakan dukungan untuk Prabowo, namun dengan membuka peluang menduetkannya dengan Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas).
Menanggapi hal itu, Huda kembali menegaskan bahwa PKB masih belum masuk ke pembahasan cawapres. Fokus partainya saat ini adalah mendukung agenda strategis pemerintahan Prabowo.
"Belum, kita belum ngobrolin itu (Wapres). Sementara ini fokus kita bantu Pak Prabowo dan melihat beberapa agenda strategis beliau, terutama yang menjadi preferensi kuat PKB adalah menyangkut soal keinginan beliau membikin sistem ekonomi baru, yang kami sebutnya sebagai sistem perubahan sistem ekonomi konstitusi," ujar Huda.
Ia menambahkan, komitmen pada pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945 dalam konsep ekonomi konstitusi yang digaungkan Prabowo menjadi perhatian utama PKB.
Sikap Resmi PAN Terhadap Pilpres 2029
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP PAN, Eddy Soeparno, telah menyampaikan sinyal dukungan partainya untuk Prabowo di Pilpres 2029. Dalam pernyataannya pada Kamis, 5 Februari 2026, Eddy juga menyebut peluang menduetkan Prabowo dengan Zulkifli Hasan.
"Bagi saya, saya adalah partai politik dan apalagi partai politik itu sekarang memiliki kesempatan untuk bisa mengajukan kader-kadernya dengan tidak ada presidential threshold. Tentu saya mau dukung Pak Zulhas. Kalau ditanyakan hari ini, saya dukung Pak Zulkifli Hasan mendampingi Pak Prabowo di tahun 2029," kata Eddy Soeparno.
Artikel Terkait
Jokowi Gabung PSI: Strategi Politik atau Upaya Benturkan Hukum? Ini Kata Pengamat
Mulyono KPP Banjarmasin Ditahan KPK, Warganet Soraki: Sekarang Giliran Mulyono dari Solo!
Juda Agung Resmi Jadi Wamenkeu: Kekayaan Rp56 M, Tukar Guling dengan BI, dan Kisah Unik dari IPB ke IMF
Retno Marsudi Dipanggil Prabowo ke Istana, Warganet: Kangen Menlu yang Berintegritas dan Cerdas!