Dalam pidatonya, Presiden juga menyatakan bahwa perbedaan dan persaingan adalah hal yang wajar dalam dinamika berbangsa. Namun, setelah berlomba, hal terpenting adalah bersatu kembali untuk kemaslahatan bersama.
“Perbedaan adalah baik, persaingan adalah baik. Tetapi setelah bersaing, mari kita bersatu, bersatu, bersatu dalam munajat, bersatu untuk keselamatan bangsa,” imbuhnya.
Prabowo mengakhiri dengan ajakan untuk meneladani sikap para ulama Indonesia yang selalu mengedepankan nilai-nilai penghormatan antarumat beragama dan antarkelompok masyarakat.
“Itulah contoh yang diberikan ulama-ulama Indonesia,” pungkas Presiden Prabowo Subianto.
Artikel Terkait
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?
Robot atau Boneka? Rismon Sianipar Dituding Diremot dari Solo untuk Serang Roy Suryo
Anies Baswedan Datang Tanpa Undangan ke Halal Bihalal SBY, Demokrat: Panitia Tidak Mengundang