Dalam pidatonya, Presiden juga menyatakan bahwa perbedaan dan persaingan adalah hal yang wajar dalam dinamika berbangsa. Namun, setelah berlomba, hal terpenting adalah bersatu kembali untuk kemaslahatan bersama.
“Perbedaan adalah baik, persaingan adalah baik. Tetapi setelah bersaing, mari kita bersatu, bersatu, bersatu dalam munajat, bersatu untuk keselamatan bangsa,” imbuhnya.
Prabowo mengakhiri dengan ajakan untuk meneladani sikap para ulama Indonesia yang selalu mengedepankan nilai-nilai penghormatan antarumat beragama dan antarkelompok masyarakat.
“Itulah contoh yang diberikan ulama-ulama Indonesia,” pungkas Presiden Prabowo Subianto.
Artikel Terkait
Zulhas Gagal? Harga Minyakita Tembus Rp23.000, Ini Bukti Karut-marut Tata Niaga Pangan!
Harga Minyakita Melambung di Atas HET, Pengamat: Ini Bukti Kegagalan Zulhas Sebagai Menko Pangan
Seskab Teddy Bungkam saat Dihujat Amien Rais? Ternyata Ini Alasannya yang Mengejutkan!
Viral! Dandim Ternate Bongkar Alasan di Balik Pembubaran Nobar Film Pesta Babi – Ternyata Demi Ini