Masa Depan Suram PSI? Analis Beberkan Risiko Fatal Andalkan Jokowi dan Kaesang

- Minggu, 08 Februari 2026 | 07:50 WIB
Masa Depan Suram PSI? Analis Beberkan Risiko Fatal Andalkan Jokowi dan Kaesang

“Jokowi dan anak-anaknya sama sekali tidak memiliki pengalaman mengelola partai politik,” tegas Saiful. Ia juga menyoroti penunjukan Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum PSI yang hanya berselang dua hari setelah resmi menjadi kader. “Bagaimana mungkin orang yang sama sekali tidak memiliki pengalaman memimpin dan mengelola partai politik akan diandalkan untuk membesarkan PSI?” tanyanya.

Perubahan Status dan Pengaruh Jokowi Pasca-Kepresidenan

Analisis ini juga menekankan perubahan status Jokowi yang kini bukan lagi presiden. Saiful berpendapat bahwa mantan presiden tidak lagi memiliki kekuasaan eksekutif penuh untuk mempengaruhi birokrasi atau kebijakan negara, kecuali pada lingkaran terdekatnya. Kondisi ini dianggap mengurangi daya tarik dan pengaruh politik yang dapat ditransfer ke PSI.

Prospek dan Ancaman Bagi PSI di Pemilu Mendatang

Dengan kondisi tersebut, Saiful memprediksi PSI justru berpeluang menjadi lebih “gurem” atau kecil dibandingkan performanya pada dua pemilu sebelumnya. Ia menegaskan bahwa ketergantungan pada figur tunggal tanpa penguatan struktur, ideologi, dan kaderisasi yang solid merupakan strategi yang berisiko tinggi untuk keberlanjutan partai.

“Lebih baik PSI dan Jokowi segera insyaf,” pungkas analis politik Saiful Huda Ems, mengingatkan perlunya reorientasi strategi partai ke depan.

Halaman:

Komentar