Rocky Gerung Kritik Anggaran Pendidikan hingga Sindir 'Tut Wuri Malsuin Ijazah' di Yogyakarta
YOGYAKARTA - Pengamat politik Rocky Gerung melontarkan sejumlah kritik tajam terhadap pemerintahan dan sistem pendidikan Indonesia dalam forum Public Lecture Series 002 yang digelar Pandu Negeri di Embung Giwangan, Yogyakarta, Senin (16 Februari 2026).
Mengawali paparannya, Rocky menyelipkan satire dengan berkata, Tongkat kayu dan batu jadi tanaman... Tukang kayu sebentar lagi jadi tahanan.
Pernyataan ini disampaikannya di hadapan peserta diskusi yang didominasi mahasiswa dan pelajar.
Kritik Tajam terhadap Alokasi Anggaran Pendidikan
Rocky Gerung secara khusus menyoroti kebijakan anggaran pendidikan. Ia menyinggung amanat alokasi 20 persen APBN untuk pendidikan yang dinilainya tidak terealisasi dengan baik.
Normanya adalah 20 persen untuk pendidikan. Faktanya? Diambil untuk Dana Desa. Dana Desa pindah jadi Makan Bergizi Gratis (MBG). MBG berubah jadi kaus. Kaus pindah ke UNICEF sebagai laporan stunting. It is a crime! Itu pelanggaran hak,
tegasnya.
Sindiran untuk Pemerintahan Prabowo dan Dunia Pendidikan
Pakar filsafat Universitas Indonesia (UI) ini juga memberikan sindiran terhadap kondisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Rocky mengibaratkan Prabowo sedang terendam air kotor warisan sepuluh tahun hingga sedagu.
Dua senti saja Prabowo menunduk, air kotor sepuluh tahun itu masuk ke hidungnya. Tenggelam dia,
ujarnya.
Artikel Terkait
Connie Rahakundini Ungkap Serangan Robot Medsos, Desak Prabowo: Jangan Sampai No King!
Roy Suryo Bantah Isu Dana Rp50 Miliar untuk Ijazah Jokowi: Ini Faktanya!
Presiden Prabowo Didesak Tegas Lawan AS: Analis Beberkan 3 Alasan yang Bikin Publik Meragukan Sikapnya
Iran Sebut Indonesia Banci & Pro-AS: Dampak Nyata ke Pertamina dan Cara Memperbaikinya