2. Potensi Retaknya Koalisi Pendukung
Potensi perpecahan dalam koalisi pendukung pemerintah sangat terbuka jika Prabowo tetap mempertahankan Gibran. Risiko ini semakin besar jika terdapat ketua umum partai koalisi yang elektabilitasnya melampaui Gibran, seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari Partai Demokrat. Ketidakadilan dalam pemilihan calon wakil presiden berpotensi memicu partai koalisi untuk menarik dukungan.
3. Bayang-Bayang Politik Joko Widodo
Duet Prabowo-Gibran dinilai masih akan dikaitkan erat dengan politik Presiden Joko Widodo. Keterkaitan ini berpotensi menggerus dukungan dari kelompok masyarakat yang mulai menunjukkan resistensi atau kelelahan terhadap pengaruh Jokowi. Mempertimbangkan kelompok pemilih ini dianggap vital bagi kemenangan Prabowo di 2029.
Secara keseluruhan, analisis ini menyoroti bahwa keputusan mengenai pasangan calon wakil presiden akan menjadi faktor penentu yang sangat kritis bagi peluang kemenangan Prabowo Subianto dalam Pemilu Presiden 2029.
Artikel Terkait
Mahfud MD Buka Suara: Kritik ke Prabowo Bukan Makar, Tapi Ini yang Sebenarnya Mengkhawatirkan
Renggangnya Prabowo-Dasco: Jalan Bagi Jokowi & JK Kuasai Pemerintahan?
Pernyataan Saiful Mujani Soal Jatuhkan Prabowo: Makar atau Kritik Politik Biasa?
Prabowo Tahan Harga BBM Subsidi: Ini Dampaknya & Perbandingannya dengan Era SBY, Jokowi, dan Megawati