"Melihat kemungkinan ambang batas pencalonan presiden masih dipertahankan, dengan minimnya basis kursi PSI, jelas bahwa PSI sulit untuk sendirian mengusung Gibran," tuturnya.
Dia menambahkan, tanpa koalisi strategis yang lebih besar, upaya mengusung Gibran untuk melawan petahana Prabowo yang populer dan elektabilitasnya tinggi bisa menjadi percuma.
Kunci Utama: Membangun Koalisi Strategis
Meski demikian, Efriza tak memungkiri nilai jual PSI masih diperhitungkan di kancah politik nasional. Hal ini membuka potensi bagi PSI untuk membentuk koalisi strategis yang bisa menjadi lawan politik yang tangguh bagi petahana.
"Oleh karena itu, skenario realistisnya, PSI harus mampu membangun aliansi, bukan mengandalkan kekuatan mandiri," tegasnya.
Efriza juga mengingatkan bahwa PSI dan Jokowi perlu menghindari kejenuhan publik terhadap figur dan keluarga Jokowi. Menemukan solusi untuk hal ini disebutnya sebagai langkah utama yang patut diperhatikan dalam persiapan menuju Pilpres 2029.
Artikel Terkait
Usulan PT 7%: Ancaman Nyata bagi Kedaulatan Rakyat atau Cuma Rekayasa Politik?
Modus Dirumahkan via WhatsApp Jelang Lebaran: Trik Baru Perusahaan Hindari THR?
Jokowi Dituding Cuci Tangan Soal Revisi UU KPK: Benarkah Inisiatif Lemahnya KPK dari DPR?
Fotokopi Ijazah Jokowi untuk Pilwalkot Solo: Kotor, Kumal, dan Pertanyaan Besar yang Belum Terjawab