Ia berpendapat, pihak-pihak tersebut tidak berbeda dengan mereka yang melakukan korupsi terhadap negara. Kemudian Prabowo mengancam akan menertibkan para pihak tersebut.
Ancaman Prabowo dan Data Intelijen
"Mungkin karena merasa kalah (pilpres), tidak punya kekuasaan, atau ada pihak yang hilang rezeki, terutama maling-maling, koruptor-koruptor ya kan. Ya merasa rugi dong dengan pemerintah kita. Kita mau tertibkan (mereka)," ujarnya.
Ketua Umum Partai Gerindra itu lalu menyebut dirinya memperoleh data intelijen sebagai presiden. Kemudian menyebut ada kelompok yang membiayai pihak pengamat yang disebutkannya tadi.
"Ya saya juga punya data-data intelijen ya kan, kalau dulu kan saya di luar pemerintah, sekarang saya presidennya. Jadi saya setiap hari dapat laporan intel ya kan. Jadi saya ngertilah, saya sudah tahu siapa yang biayai-biayai. Pada saatnya lah kita tertibkan itu semua. Tapi sekarang kita masih berusaha dengan cara-cara yang meyakinkan," tegasnya.
Artikel Terkait
Qodari Resmi Jabat Kepala Bakom: Gaya Komunikasi Pemerintah Berubah Total Jadi Lebih Agresif dan Siap Perang Narasi
Ray Rangkuti Kecam Reshuffle Kelima Prabowo: Cuma Mutasi Figur Lama, Nggak Ada Perubahan Signifikan
Rp3 Miliar untuk Pakaian Dinas? Gubernur Sumsel Buka Suara soal Anggaran Kontroversial Ini
Konflik Timur Tengah 2 Bulan, Menteri ESDM Buka Suara: Stok BBM Nasional Aman?