Connie Bakrie Klaim Diserang "Pasukan Digital" Terafiliasi Prabowo Usai Koreksi Presiden
POLHUKAM.ID – Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie mengaku menjadi target serangan digital terkoordinasi dari pihak yang diduga terafiliasi dengan Presiden Prabowo Subianto. Klaim ini disampaikannya setelah ia memberikan koreksi terhadap kebijakan presiden.
Melalui unggahan di Instagram pada Kamis (2 April 2026), Connie menyatakan serangan itu bukan berasal dari buzzer biasa, melainkan operasi terorganisir menggunakan akun robot (bot) yang bekerja masif dan cepat. Ia bahkan dijuluki "profesor hoaks" dalam serangan tersebut.
"Setelah saya koreksi, langsung diserang. Saya sudah deteksi siapa yang menyerang, dan mereka terafiliasi ke Istana. Apakah ini perintah dari Prabowo?" tulis Connie dalam pernyataannya yang viral.
Peringatan Keras Connie Bakrie untuk Prabowo: "Indonesia Bukan Kerajaan"
Connie tidak hanya mengungkap serangan tersebut, tetapi juga melayangkan peringatan keras langsung kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai RI 1. Ia menegaskan pentingnya ruang kritik dalam sistem demokrasi.
"Jangan sampai ada gerakan No King di Indonesia, Pak. Ini negara demokrasi, bukan kerajaan. Kritik adalah bagian penting dari demokrasi. Pemimpin yang baik adalah yang mau mendengar koreksi, bukan yang langsung menyerang pengkritik," tegas Connie.
Ia mendesak Prabowo untuk mengevaluasi pihak-pihak di lingkarannya jika terbukti melakukan serangan digital terhadap pemberi masukan konstruktif.
Artikel Terkait
PDIP Desak ICC Adili Israel: 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Apa Dampaknya?
Connie Rahakundini Ungkap Serangan Robot Medsos, Desak Prabowo: Jangan Sampai No King!
Roy Suryo Bantah Isu Dana Rp50 Miliar untuk Ijazah Jokowi: Ini Faktanya!
Presiden Prabowo Didesak Tegas Lawan AS: Analis Beberkan 3 Alasan yang Bikin Publik Meragukan Sikapnya