"Terlebih, sebagian anggaran BGN disebut berasal dari realokasi kementerian lain," tambahnya.
Permasalahan Mendasar SPPG Diabaikan
Menurut Lucy, BGN terlalu fokus pada pengadaan barang dan mengabaikan persoalan mendasar, yaitu tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Banyak SPPG yang belum memenuhi standar higienitas, sanitasi, dan manajemen operasional.
"Belum semua SPPG memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dan infrastrukturnya belum standar. Hal ini diduga menjadi penyebab banyaknya kasus keracunan penerima manfaat MBG," jelas Lucy.
Desakan untuk Prioritas Pembenahan Kualitas
Atas temuan ini, Lucy Kurniasari mendesak BGN untuk segera memprioritaskan pembenahan kualitas SPPG. Tujuannya adalah memastikan kualitas gizi dalam program MBG benar-benar terjamin dan tepat sasaran.
"Jangan sampai BGN menjadi Petruk dadi ratu yang dapat menggagalkan program MBG yang mulia ini. Hal itu tentu tak boleh terjadi," pungkasnya.
Artikel Terkait
Tuduhan Penistaan Agama ke Jusuf Kalla: Benarkah Sah Secara Hukum? Ini Kata Analisis!
Viral! Ketua PP Pemuda Katolik Diperiksa Polda, Ini Isi Ceramah Jusuf Kalla yang Dilaporkan
Jusuf Kalla Dituding Rusak Kerukunan: Potong Konten atau Ujaran Intoleran?
Profesor IPDN Bongkar 3 Alasan Pemerintahan Jokowi Disebut Terburuk Sepanjang Sejarah RI