Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) itu juga mendapati fakta bahwa pribadi JK terus diusik oleh kelompok buzzer pendukung Jokowi yang kerap disebut Ternak Mulyono (Termul).
Efriza memperkirakan JK merasa diabaikan dalam dinamika politik mutakhir. Langkahnya mengungkap peran bisa terkesan mencari popularitas, padahal kontribusinya sangat krusial.
Peran Krusial JK dan Beban Sejarah Jokowi
"Jelas-jelas tanpa JK maka Jokowi tidak akan pernah diperhitungkan sebagai calon presiden. Megawati Soekarnoputri kala itu meragukan kualitas dan akseptabilitas Jokowi di kancah nasional," beber Efriza.
Ia menegaskan, diterimanya Jokowi sebagai capres adalah kenyataan sejarah. Tanpa peran JK, Jokowi mungkin hanya akan tetap menjadi politisi daerah.
"Kenyataan sejarah ini adalah beban sejarah secara pribadi bagi Jokowi," demikian Efriza menambahkan.
Artikel Terkait
Prabowo Panggil Luhut ke Istana: Rahasia Digitalisasi Bansos & Strategi Ekonomi yang Bakal Dijalankan
Dibongkar! Pesan Rahasia JK ke Jokowi Soal Termul yang Bikin Gempar
Kontroversi Bahlil: Benarkah Kebijakan ESDM Baru Tricky dan Picu Penurunan Kepercayaan Publik?
UU PPRT Akhirnya Sah! Ini 12 Hak Pekerja Rumah Tangga yang Tak Bisa Lagi Diabaikan