“Kalau boleh saran dia harus terus komunikasi dengan ulama dan habaib. Dia kan seorang muslim yg taat, sudah seharusnya mendirikan masjid, sudah seharusnya dia punya kelebihan, kesempatan, kan berkuasa,” ucapnya.
Komunikasi dan silaturahmi dengan ulama dan habaib, disebu Aminuddin, sangat penting. Jika itu terus dilakukan, Jenderal Dudung bisa meluruskan informasi dan memberikan klarifikasi ketika mendapatkan serangan fitnah.
“Saya kira dia harus banyak tabayun, harus ada pendekatan patnership, pendekatan yang sifatnya persaudaraan, silatuahmi itu bagus. Saya dengar pak Dudung silaturahmi ke pesantren, itu bagus. Tinggal itu saja diteruskan,” jelas Aminuddin.
Sebagai seorang muslim, Aminuddin menyampaikan dirinya akan selalu berpikiran huznuzan kepada siapapun yang diberi amanah oleh presiden untuk menjabat Panglima TNI.
“Ya saya kira so far so good. Kan ini pak Jokowi yang punya kuasa gitu. Kalau saya berhuznuzan saja kepada siapapun, (termasuk Jenderal Dudung). Tapi kalau boleh saran dia harus banyak komunikasi dengan ulama dan habaib,” katanya.
Sumber: akurat.co
Artikel Terkait
Sri Bintang Pamungkas Bongkar Fakta: Para Jenderal TNI Sudah Tahu Soal Teddy Sejak Lama, Bukan Rahasia Lagi!
Kritik Amien Rais ke IKN: Tanah Gembur & Target “Mission Impossible” Prabowo yang Bikin Waswas
Ade Armando Resmi Mundur dari PSI demi Jaga Partai dari Polemik Jusuf Kalla
Teddy Indra Wijaya: Dari Ajudan Jokowi ke Seskab Rasa Perdana Menteri – Naik Tak Wajar atau Buah Kepercayaan?