Seperti diketahui, koalisi tersebut dibentuk oleh Partai Golkar, PAN, dan PPP.
Meski demikian, menurutnya, koalisi tersebut memenuhi syarat untuk mengusung kandidat baru dalam pilpres secara elektoral.
"Secara basis, ketiga partai ini tidak punya ceruk pasar yang stabil seperti PKB dengan NU atau PDIP yang memiliki pemilih nasionalis di Jawa Tengah," ujar Erwin DILANSIR DARI GenPI.co, Senin (16/5).
Oleh sebab itu, menurutnya, koalisi tersebut perlu didukung oleh kandidat capres yang punya elektabilitas tinggi.
"Hal ini merupakan upaya untuk mendapatkan efek coattail," tuturnya.
Artikel Terkait
SOP Solo Terungkap: Advokat Tolak Perdamaian dan Beberkan Skenario Adu Domba Kasus Ijazah
Fahri Hamzah Bongkar Fakta Mengejutkan: Gagasan Global South Anies Ternyata Warisan Prabowo?
Jepang Bubarkan DPR, Warganet Indonesia Heboh: Kapan Giliran Kita?
Viral! Respons Gibran Soal BBM Rp25 Ribu di Papua Bikin Netizen Geram, Ini Faktanya