Bagi Djarot, hal itu tidak dapat ditentukan oleh orang per orang atau individu. Sebab, persatuan bangsa merupakan ideologi yang sejatinya telah melekat dalam Pancasila itu sendiri.
"Eh yang mempersatukan bangsa kita, sekali lagi ya itu bukan orang per orang lho, (tapi) yang mempersatukan bangsa kita itu ideologi ya. Ideologi Pancasila itu lah yang mempersatukan bangsa kita, nilai-nilai dalam ideologi itulah yang mempersatukan bangsa kita," kata Djarot kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Senin (27/6/2022).
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menuturkan, persoalan persatuan bangsa itu bukan bergantung pada sosok, melainkan pemahaman dari setiap pribadinya.
Oleh karena itu, kata Djarot, hal itu yang menjadi tolak ukur bagi setiap kandidat calon presiden (capres) kelak untuk menjadikan dirinya sebagai pemersatu bangsa.
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?