"Kami coba lontarkan dengan bahasa atau gurauan yang membuat cair. Saya bilang bahwa usia Bapak yang 75 tahun ini saya yakin dan percaya Bapak bisa menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh Presiden.
Tetapi saya ingatkan, Bapak masih kurang senyum. Nah ini komunikasi model begini menurut saya ingin mencairkan suasana. Pak Menko berterima kasih, kemudian yang tragisnya saya malah dibilang sama rakyat berani, sama Menko enggak berani," sambungnya.
Oleh karena itu, Agung meminta kepada elite partai politik untuk berpikir dan menyampaikan pembicaraan lebih positif.
"Alhamdulillah dari partai kami telah mengawali kita berpikir positif kemudian mengambil kesempatan pertama menciptakan atmosfer demokrasi, menciptakan kenyamanan demokrasi menuju koalisi, yang namanya koalisi baru," tutupnya. []
Sumber: akurat.co
Artikel Terkait
Partai Demokrat Bongkar Standar Ganda AS-Israel: Serangan ke Iran Picu Terorisme Baru?
Innalillahi! Try Sutrisno Wafat: Kisah Wapres ke-6 RI dari Medan Perang ke Istana
Rocky Gerung Peringatkan Prabowo: Risiko Jadi Mediator Iran-AS dan Fakta Tuduhan Agen Amerika
PMI Investasi Rp 5,3 Triliun di Indonesia: Sampoerna Jadi Pusat Ekspor Global untuk 30+ Negara?