"Rasa-rasanya Demokrat dan PKS itu hanya sasaran antara dari ketidakinginan PDIP untuk berkoalisi dengan NasDem," kata Adi belum lama ini, melansir Republika, Kamis (30/6/2022).
Adi mengatakan, hubungan NasDem dan PDIP sempat mengalami panas dingin pasca-NasDem umumkan sejumlah nama bakal capres. Apalagi, ada nama Gubernur Jawa Tengah yang juga kader PDIP Ganjar Pranowo yang direkomendasikan sebagai bakal capres.
"Jadi secara gestur politik pesan yang sesungguhnya adalah kepada NasDem apa yang disampaikan oleh Pak Hasto. Bahwa untuk 2024 PDIP sangat tidak mungkin untuk berkoalisi dengan NasDem," ujarnya.
Adi menambahkan, keduanya juga saling berbalas sindir. Terutama soal isu bajak membajak kader, dan menghormati partai untuk tidak mengambil alih kader partai lain.
"Termasuk partai sombong itu kan menegaskan bahwa apa yang disampaikan Pak Hasto secara umum bisa diterjemahkan yang sebenarnya adalah ketdakinginan PDIP berkoalisi dengan Nasdem," katanya.
Artikel Terkait
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?
Robot atau Boneka? Rismon Sianipar Dituding Diremot dari Solo untuk Serang Roy Suryo
Anies Baswedan Datang Tanpa Undangan ke Halal Bihalal SBY, Demokrat: Panitia Tidak Mengundang