Misalnya, poster pasangan calon Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar mulai disosialisasikan para pendukung dua partai.
"Malah di angkot-angkot itu sudah mulai banyak. Coba di Jawa Barat itu, di angkot-angkot," kata Gus Jazil.
Namun, dia belum bisa menjawab pasti saat disinggung ada partai lain yang akan masuk poros politik PKB-Gerindra menuju Pilpres 2024.
Toh, kata Gus Jazil, poros PKB-Gerindra sebenarnya sudah cukup untuk membawa kandidat berkontestasi pada hajatan politik mencari pemimpin Indonesia.
"Kalau dengan Gerindra tidak butuh partai lagi sebenarnya. Cuma untuk kepentingan kebersamaan, makin banyak elemen di situ makin bagus untuk membangun bangsa ini," ungkap dia. (ast/jpnn)
Sumber: jpnn.com
Artikel Terkait
Ray Rangkuti Kecam Reshuffle Kelima Prabowo: Cuma Mutasi Figur Lama, Nggak Ada Perubahan Signifikan
Rp3 Miliar untuk Pakaian Dinas? Gubernur Sumsel Buka Suara soal Anggaran Kontroversial Ini
Konflik Timur Tengah 2 Bulan, Menteri ESDM Buka Suara: Stok BBM Nasional Aman?
Harta Rp40,43 M Tanpa Utang! Ini Isi LHKPN Hasan Nasbi, Penasihat Khusus Komunikasi Presiden