Misalnya, poster pasangan calon Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar mulai disosialisasikan para pendukung dua partai.
"Malah di angkot-angkot itu sudah mulai banyak. Coba di Jawa Barat itu, di angkot-angkot," kata Gus Jazil.
Namun, dia belum bisa menjawab pasti saat disinggung ada partai lain yang akan masuk poros politik PKB-Gerindra menuju Pilpres 2024.
Toh, kata Gus Jazil, poros PKB-Gerindra sebenarnya sudah cukup untuk membawa kandidat berkontestasi pada hajatan politik mencari pemimpin Indonesia.
"Kalau dengan Gerindra tidak butuh partai lagi sebenarnya. Cuma untuk kepentingan kebersamaan, makin banyak elemen di situ makin bagus untuk membangun bangsa ini," ungkap dia. (ast/jpnn)
Sumber: jpnn.com
Artikel Terkait
PMI Investasi Rp 5,3 Triliun di Indonesia: Sampoerna Jadi Pusat Ekspor Global untuk 30+ Negara?
Impor 105 Ribu Pikap India Ditolak, Mahasiswa Desak Dirut Agrinas Dicopot!
Gagal Total Negosiasi ART? Pakar Sebut Tim Ekonomi Prabowo Hanya Jadi Janitor AS
Ijazah Paket C Tiyo Ardianto Disorot, Buni Yani: Tak Masalah, Ini Justru Buktikan...