"Yang saya heran adalah, kenapa Rakernar Nasdem justru memunculkan nama Anies jika tak ingin ada perpecahan? Bukankah 2017 Anis ada dalam pusaran Pilkada Jakarta paling brutal?," paparnya.
Sontak saja cuitan Ferdinand itu langsung diserbu para warganet di kolom komentar. Tak sedikit dari mereka ramai menuliskan beragam komentar.
"Jika tak ingin ada perpecahan maka jangan munculkan nama si penunggang agama," ucap akun @Ruchy**.
"Mengedepan ego kadang membawa kita pada keputusan yang salah. Surya Paloh semakin tidak konsisten antara pernyataan dan tindakan," imbuh akun @MuazAK**.
"Lebih baik ada pemilu tapi nasdem tidak ikut," sahut akun @arnold**.
"Yang benar lebih baik Nasdem capres kader sendiri, jangan seperti ojek hanya cari penumpang dari luar partai," timpal akun @Chirsza**.
Sumber: jateng.suara.com
Artikel Terkait
Standar Ganda Nuklir: Mengapa Israel Tak Pernah Disoal Punya Senjata Atom?
Partai Demokrat Bongkar Standar Ganda AS-Israel: Serangan ke Iran Picu Terorisme Baru?
Innalillahi! Try Sutrisno Wafat: Kisah Wapres ke-6 RI dari Medan Perang ke Istana
Rocky Gerung Peringatkan Prabowo: Risiko Jadi Mediator Iran-AS dan Fakta Tuduhan Agen Amerika