Dia juga memastikan, PDIP tidak terganggu dengan sikap Golkar, PAN, dan PPP, yang buru-buru bikin koalisi. "Nggak (terganggu). Biasa aja," imbuhnya.
Senada dengan Djarot, politisi senior PDIP Hendrawan Supratikno mengaku, partainya sedang sibuk menjalankan program kerja di depan mata yang masih banyak. Karena itu, pihaknya tak kepikiran membentuk koalisi. "Kami fokus melaksanakan komitmen yang sudah dibuat, tinggal menjalankan program kerja yang sudah direncanakan," sebut Hendrawan kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto malah bilang, dalam sistem politik Indonesia, sebenarnya tidak ada koalisi. Sebab, Indonesia menganut sistem presidensial, bukan parlementer.
"Sistem politik kita kan bukan parlementer, sehingga tidak dikenal koalisi. Yang ada adalah kerjasama partai politik," ujarnya.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurniasyah menganggap wajar kalau PDIP masih anteng. Sebab, PDIP sudah memenuhi ambang batas pencalonan presiden. Bisa maju sendiri tanpa berharap ada partai yang ngajak koalisi.
"PDIP juga memiliki tokoh potensial yang akan diusung. Itulah sebabnya PDIP tidak punya alasan untuk tergesa-gesa membuat koalisi," terang Dedi, saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.
Secara de facto, sambungnya, PDIP juga sudah punya teman koalisi. Yaitu Gerindra. Hanya saja, masih malu-malu mendeklarasikannya. "Relasi politik antara PDIP dengan Gerindra terus membaik. Ini memungkinkan bagi PDIP makin percaya diri," terang pengamat politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.
Sumber: rm.id
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?