POLHUKAM.ID - Masuknya nama Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, sebagai calon wakil presiden untuk Capres PDIP, Ganjar Pranowo, dinilai hanya strategi politik jelang Pilpres 2024.
Pengamat politik Citra Institute, Yusak Farchan, menilai, satu poin hasil Rakernas PDIP itu bisa dipersepsi sebagai strategi tipu daya kepada lawan politik.
"Penyebutan nama AHY pada bursa Cawapres Ganjar juga dapat dimaknai sebagai gimik politik saja," katanya, saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (9/6).
Menurutnya, PDIP dan Partai Demokrat tidak punya sejarah kebersamaan, yang ada justru saling bertolak belakang dalam pemerintahan.
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?