POLHUKAM.ID - Lukisan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang bertuliskan “No Justice No Peace” dengan dominan warna merah dan biru dipandang banyak pihak menyimpan makna khusus yang kuat.
Menurut pengamat politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, tulisan “No Justice” berwarna merah bisa ditafsirkan sebagai nafsu keangkaramurkaan dari penguasa, khususnya di bidang hukum. Hal itu jadi peringatan, bahwa di negeri ini tidak ada keadilan.
“SBY tampaknya ingin mengingatkan kepada penguasa untuk tidak bermain api dalam bidang hukum. Bahaya di depan mata akan terjadi bila hal itu diabaikan,” kata Jamiluddin kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Kamis (15/6).
Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta itu mengurai, warna merah identik dengan berani, semangat, agresif, dan penuh gairah. Dalam ilmu psikologi, kata dia, warna merah juga dianggap berbahaya dan peringatan, dominasi, gairah dan hasrat, serta kekuasaan.
Namun, dalam literatur kuno mengenai cerita wayang antara Dewi Rutji dan Bima, warna merah melambangkan nafsu keangkaramurkaan.
“Jadi, warna merah pada 'No Justice' dapat diartikan nafsu keangkaramurkaan dari penguasa,” jelasnya.
Artikel Terkait
Pilkada Tidak Langsung: Mengapa Parpol Berani Melawan Suara 77% Rakyat?
Misteri Ijazah Jokowi Terbongkar: Bukti Sarjana Muda, Kok Bisa Bergelar S1?
Eggi Sudjana Bongkar Isu Ijazah Jokowi: Saya Tak Pernah Minta Maaf!
Bahlil Berani Tantang Mafia Impor: Demi Merah Putih, Nyawa Saya Korbankan untuk Swasembada Energi!