Sementara warna biru dalam tulisan “No Peace”, lanjut Jamiluddin, identik dengan kepercayaan dan kesetiaan.
Namun dalam efek psikologi dalam konotasi positif, warna biru bisa membuat merasa tenang dan dilindungi. Meskipun dalam konotasi negatif, warna biru juga bisa menggambarkan depresi, kelabu atau melankolis.
“Jadi warna biru yang digunakan SBY pada tulisan 'No Peace’ bisa saja bermakna 'jangan rusak kepercayaan dan kesetiaan rakyat'. Rakyat akan tidak percaya dan tidak setia kepada penguasa bila tidak ada keadilan (No Justice),” papar Jamiluddin.
Dengan demikian, Jamiluddin menilai penggunaan gradasi warna dalam lukisan Presiden keenam RI itu syarat akan makna. Warna merah dan biru bisa bermakna bahwa penguasa jangan bermain-main dengan hukum, rakyat bisa marah.
“Peringatan itu yang mungkin ingin disampaikan SBY melalui lukisannya itu kepada penguasa,” pungkasnya.
Sumber: rmol.
Artikel Terkait
Pilkada Tidak Langsung: Mengapa Parpol Berani Melawan Suara 77% Rakyat?
Misteri Ijazah Jokowi Terbongkar: Bukti Sarjana Muda, Kok Bisa Bergelar S1?
Eggi Sudjana Bongkar Isu Ijazah Jokowi: Saya Tak Pernah Minta Maaf!
Bahlil Berani Tantang Mafia Impor: Demi Merah Putih, Nyawa Saya Korbankan untuk Swasembada Energi!