Pernyataan Jokowi itu, ditanggapi aktivis HAM asal Papua Natalius Pigai. Kata dia, jika benar Papua Nugini serumpun, maka tidak mungkin ada pengerahan militer yang dilakukan Pemerintah Indonesia di tanah Papua.
"Jokowi bukan serumpun, kalau serumpun tidak mungkin bantai rakyat dan mobilisasi militer besar-besaran di Papua," ujar Natalius Pigai di Twitter, Rabu (5/7).
Pigai meyakini, ada pembicaraan yang tidak disampaikan utuh oleh Jokowi. Bahkan, soal pembicaraan dengan Perdana Menteri Papua Nugini James Marape.
"Saya yakin Jokowi sembunyikan pertanyaan Perdana Menteri Papua Nugini tentang HAM di Papua. Kita tahu Jokowi bicara kebalikannya," tandasnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Utang RI Tembus Rp9.920 Triliun, Menkeu Purbaya: Jangan Lihat Nominalnya, Lihat Ini!
PPATK dan OJK Gagal Total? Begini Modus Judi Online Hayam Wuruk yang Lolos dari Radar Sistem Keuangan
Zulhas Gagal? Harga Minyakita Tembus Rp23.000, Ini Bukti Karut-marut Tata Niaga Pangan!
Harga Minyakita Melambung di Atas HET, Pengamat: Ini Bukti Kegagalan Zulhas Sebagai Menko Pangan