Maka tugas pentingnya, mendekati parpol-parpol yang memiliki kewenangan mencalonkan capres dan cawapres. Agar parpol-parpol yang memiliki syarat ketentuan presidential threshold bisa mencalonkan duet nama tersebut ke KPU.
Firman mengingatkan, setiap parpol pasti ada sosok the 'king maker'-nya yang membuat keputusan. "The king maker di setiap parpol-parpol itu yang harus dipengaruhi. Dan itu bukan tugas yang gampang, karena setiap parpol pasti tetap memprioritaskan kader terbaik atau terutamanya terlebih dahulu," ujar Firman.
Seperti di PDI Perjuangan, publik mungkin sudah menduga akan ada nama Puan yang dimunculkan selain nama Ganjar. Sosok Puan jauh lebih mudah mendapat persetujuan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarno Putri, dibandingkan Ganjar Pranowo.
Begitu juga parpol lain seperti Gerindra yang pasti mengutamakan Prabowo Subianto dan Golkar yang mengutamakan Airlangga Hartarto.
Sebelumnya, pada pertemuan Relawan Jokowi di Magelang, Jokowi sudah memberikan sinyal arah dukungan ke Ganjar Pranowo. Hal itu disambut baik Ketua Ganjar Pranowo Mania (GP Mania) Immanuel Ebenezer, yang juga sempat menjadi ketua Relawan Jokowi. Namun klaim itu dibantah Istana.
Sumber: suara.com
Artikel Terkait
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?
Robot atau Boneka? Rismon Sianipar Dituding Diremot dari Solo untuk Serang Roy Suryo
Anies Baswedan Datang Tanpa Undangan ke Halal Bihalal SBY, Demokrat: Panitia Tidak Mengundang