Di mana, kursi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) yang merupakan jatah Nasdem kini diberikan kepada Ketua Umum (Ketum) relawan Pro Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi sebagai pengganti Johnny G Plate yang terjerat kasus dugaan korupsi di Kejaksaan Agung.
"Ketika kita bicara alat barter politik, maka jelas lah sudah Nasdem itu tidak lagi dianggap," ujar Tamil kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (19/7).
Sehingga kata dosen Universitas Dian Nusantara ini, publik saat ini menunggu sikap partai yang dipimpin Surya Paloh itu, apakah ingin gagah dan ksatria untuk berada di luar pemerintah dan menjadi oposisi, atau tetap berada di koalisi pemerintah.
"Di mana hal itu (jadi oposisi) tentu akan lebih meningkatkan simpati publik, atau kemudian tetap berada di dalam koalisi, tapi pemilik koalisi sudah tidak mengganggap dia sebagai anggota koalisi," pungkas Tamil.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?