Ia bahkan menyayangkan dalam penyelenggaraan pemilu kali ini, PT masih tetap diberlakukan. “Dan kalau liat judicial review diusulkan semua lapisan masyarakat Indonesia, bahkan yang berdiaspora, tapi KO dia, kalah,” ungkap Siti.
Menurut Siti, ini yang nanti kedepan, baik pihaknya maupun Partai Buruh, meminta seluruh partai politik untuk melakukan revisi terkait PT sendiri karena mereka semua sudah merasakan kerumitannya. “Golkar merasakan, Gerindra merasakan, PKB merasakan, semua partai menengah merasakan, tidak bisa mandiri dia,” tegas Siti.
Ia bahkan menyayangkan untuk pertama kalinya partai-partai politik banyak yang tidak percaya diri untuk membangun koalisi sebagai upaya mengusung calonnya masing-masing. Untuk itu, dengan adanya revisi PT ini diharapkan payung konstitusi dapat melindungi independensi dan rasa percaya diri. “Kok ya nunggu cawe-cawe. Ini yang membuat jengkel kita. Partai ya jangan letoy begitu,” tegas Siti.
Sumber: inilah
Artikel Terkait
Impor 105 Ribu Pikap India Ditolak, Mahasiswa Desak Dirut Agrinas Dicopot!
Gagal Total Negosiasi ART? Pakar Sebut Tim Ekonomi Prabowo Hanya Jadi Janitor AS
Ijazah Paket C Tiyo Ardianto Disorot, Buni Yani: Tak Masalah, Ini Justru Buktikan...
Roy Suryo Cs Terancam? Ini Alasan Proses Hukum Kasus Ijazah Jokowi Diprediksi Masih Panjang