"Bagi publik internasional dianggap ini melanggar prinsip pertama demokrasi yaitu kesetaraan itu tidak boleh dimanfaatkan untuk satu orang, jadi enggak setara justru permainan hari ini kan," jelasnya.
Padahal, rakyat tengah menantikan sosok bakal cawapres yang akan mendampingi tiga capres, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto.
Kebingungan ini, tutur Rocky, dimanfaatkan oleh Jokowi yang dipastikan memberi perintah kepada sejumlah pihak. Namun Jokowi enggan memberikan arahan itu sebelum Gibran dapat mendampingi salah satu bakal capres tersebut.
"Publik bingung siapa yang mau jadi wakil presiden, semua menunggu fatwa Pak Jokowi langsung," tutur Rocky.
"Lama-lama orang tahu, oh kalau begitu memang Pak Jokowi enggak mau kasih fatwa sebelum Gibran fiks bisa mencalonkan diri sebagai wakil presiden," pungkasnya.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?