Sebab, Muhaimin memasang prasyarat harus diusung sebagai calon presiden (capres) apabila bergabung ke dalam koalisi bentukan PAN, Partai Golkar, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), itu.
"Saya katakan, Gus Muhaimin ini bercanda mau gabung di sini (KIB)," kata Bang Saleh kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/5/2022).
Ketua Fraksi PAN di DPR RI itu pun menyarankan Gus Muhaimin bisa mencari rekan koalisi lain jika PKB tidak serius bergabung ke KIB. Sebab, masih ada enam partai lain yang bisa diajak bekerja sama menuju Pilpres 2024.
"Jadi, karena dia (Gus Muhaimin, red) bercanda, ya, kami enggak anggap serius juga," ujar legislator Komisi IX DPR RI itu.
Bang Saleh melanjutkan bahwa Koalisi Indonesia Bersatu pada prinsipnya terbuka bagi partai lain untuk membangun komitmen. Namun, urusan pengusungan tokoh tertentu untuk maju sebagai Capres dan Cawapres 2024 akan dibahas belakangan. Menurut Saleh, KIB bakal melihat survei soal elektabilitas dan popularitas, sebelum menentukan tokoh yang bisa diusung pada Pilpres 2024.
"Kalau memang kuat dan memang betul-betul diinginkan masyarakat, ya, tentu tidak ada salahnya, kalau enggak tentu kami akan cari pasangan yang lebih menjanjikan," kata mantan ketua PP Pemuda Muhammadiyah itu.
Artikel Terkait
PMI Investasi Rp 5,3 Triliun di Indonesia: Sampoerna Jadi Pusat Ekspor Global untuk 30+ Negara?
Impor 105 Ribu Pikap India Ditolak, Mahasiswa Desak Dirut Agrinas Dicopot!
Gagal Total Negosiasi ART? Pakar Sebut Tim Ekonomi Prabowo Hanya Jadi Janitor AS
Ijazah Paket C Tiyo Ardianto Disorot, Buni Yani: Tak Masalah, Ini Justru Buktikan...