POLHUKAM.ID - Politikus Budiman Sudjatmiko menjadi sorotan baru-baru ini usai dipecat oleh PDIP karena memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto. Sejumlah teka-teki pun mulai terbuka terkait ini.
Dalam talkshow kumparan, Info A1, Budiman menjelaskan, saat ini ada sebuah missing link dalam perpolitikan Indonesia. Ia menilai, jika ada ketidakselarasan antara ide dengan politik praktis, maka masyarakat akan tidak percaya dengan politik Indonesia.
Sehingga, ia meyakini Prabowo adalah orang yang dapat menyambungkan antara ide dan politik praktis itu.
"Dia [Prabowo] memang tidak sempurna pastinya. Tapi dia available existing. Saya sering katakan, Pak Ganjar (Pranowo) itu populis, Pak Anies (Baswedan) itu intelektualis, Pak Prabowo itu strategis," kata Budiman dalam talkshow yang tayang Jumat (25/8) itu.
Budiman mengatakan, bukan berarti para capres yang ada saat ini tidak memiliki nilai sebagaimana Prabowo. Ia mengatakan, hal-hal yang ia sebutkan itu adalah kekuatan dari masing-masing capres saat ini.
"Ketika saya sebut Pak Ganjar populis, Pak Anies intelektualis, Pak Prabowo strategis, itu adalah kekuatan utama yang membuat orang datang pada diri mereka," ujarnya.
Artikel Terkait
Utang RI Tembus Rp9.920 Triliun, Menkeu Purbaya: Jangan Khawatir, Ini Bukti Kita Paling Hati-Hati!
Utang Indonesia Tembus Rp9.920 Triliun, Menkeu Bilang Jangan Panik—Ini Alasannya
Utang RI Tembus Rp9.920 Triliun, Menkeu Purbaya: Jangan Lihat Nominalnya, Lihat Ini!
PPATK dan OJK Gagal Total? Begini Modus Judi Online Hayam Wuruk yang Lolos dari Radar Sistem Keuangan