Zulhas menjelaskan bahwa dalam politik, setiap partai memiliki hak untuk menentukan jalur politiknya sendiri. Meskipun demikian, ia menggambarkan perubahan yang terjadi seolah-olah tanpa pemberitahuan, seperti ketika rombongan mobil yang tiba-tiba berbelok tanpa menggunakan lampu sein. Seperti yang dilakukan PKB.
Seperti diketahui, pada 31 Agustus, Partai Demokrat mengumumkan bahwa Partai NasDem telah membuat keputusan sepihak dengan membuat kerja sama dengan PKB dan menetapkan Cak Imin sebagai calon wakil presiden (cawapres) untuk Anies Baswedan.
Perlu dicatat bahwa saat ini Cak Imin dan PKB masih menjadi bagian dari Koalisi Indonesia Maju, bersama dengan Partai Gerindra, PAN, dan Golkar.
Namun, pada tanggal 1 September, Partai Demokrat yang tergabung di Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) secara resmi mencabut dukungannya untuk Anies.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Fahri Hamzah Beberkan Fakta: Prabowo Seharusnya Jadi Presiden 25 Tahun Lalu, Bukan Sekarang!
Gagal Total! Gema Nasional Ultimatum Copot Dirut KAI Bobby Rasyidin Setelah Tragedi Beruntun
Sri Bintang Pamungkas Bongkar Fakta: Para Jenderal TNI Sudah Tahu Soal Teddy Sejak Lama, Bukan Rahasia Lagi!
Kritik Amien Rais ke IKN: Tanah Gembur & Target “Mission Impossible” Prabowo yang Bikin Waswas