Zulhas menjelaskan bahwa dalam politik, setiap partai memiliki hak untuk menentukan jalur politiknya sendiri. Meskipun demikian, ia menggambarkan perubahan yang terjadi seolah-olah tanpa pemberitahuan, seperti ketika rombongan mobil yang tiba-tiba berbelok tanpa menggunakan lampu sein. Seperti yang dilakukan PKB.
Seperti diketahui, pada 31 Agustus, Partai Demokrat mengumumkan bahwa Partai NasDem telah membuat keputusan sepihak dengan membuat kerja sama dengan PKB dan menetapkan Cak Imin sebagai calon wakil presiden (cawapres) untuk Anies Baswedan.
Perlu dicatat bahwa saat ini Cak Imin dan PKB masih menjadi bagian dari Koalisi Indonesia Maju, bersama dengan Partai Gerindra, PAN, dan Golkar.
Namun, pada tanggal 1 September, Partai Demokrat yang tergabung di Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) secara resmi mencabut dukungannya untuk Anies.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Puan Maharani Bongkar Masalah Utang Whoosh: DPR Akan Usut Tuntas!
Prof Henri Balik Badan Bongkar Rekayasa Gibran Cawapres: Saya Kecewa dengan Jokowi!
Misteri Dewa Luhut di Balik Proyek Whoosh: Rahasia yang Baru Terungkap
Fakta Mengejutkan di Balik Proyek Whoosh: Dugaan Markup Rp 60 Triliun dan Potensi Kerugian Negara