Dia menilai, diksi "perubahan" yang dipakai Partai Nasdem, PKS, dan PKB sebagai anggota Koalisi Perubahan yang mengusung Anies, hanya sekadar jargon politik belaka.
"Jangankan kita bicara yang besar, yang kecilnya saja tidak ada. Apa? Kita mau bedah deh," sambungnya mempertanyakan.
Lebih lanjut, Masinton juga menyinggung soal komposisi Koalisi Perubahan yang diisi dua partai politik (parpol) koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo yakni Nasdem dan PKB, dan hanya satu partai oposisi yakni PKS.
"Mentan masih jadi menteri yang ikut dalam pemerintahan. Kalau dia mau ubah, ubah sekarang kebijakannya. Menteri LHK, itu kalau mau mengubah, itu ubah sekarang kebijakannya apa," tegas anggota Komisi XI DPR RI itu.
Selain Masinton, turut menjadi narasumber dalam diskusi kali ini Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Habib Aboebakar Alhabsyi, dan pakar komunikasi politik Effendi Gazali.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Kontroversi Bahlil: Benarkah Kebijakan ESDM Baru Tricky dan Picu Penurunan Kepercayaan Publik?
UU PPRT Akhirnya Sah! Ini 12 Hak Pekerja Rumah Tangga yang Tak Bisa Lagi Diabaikan
Logo Babi di Acara Maulid Nabi: Intrik Politik atau Pelecehan Agama? Ini Analisis dan Tuntutannya
Bahlil Naikkan Harga BBM & LPG: Bumerang Politik Pertama untuk Pemerintahan Prabowo?