PKB sebelumnya membentuk Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) bersama Gerindra untuk mendukung pencalonan Prabowo. Namun setelah itu Golkar dan PAN juga memberikan dukungan kepada Prabowo dan membentuk Koalisi Indonesia Maju, PKB mencabut dukungannya dan berkoalisi dengan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang mendukung Anies Baswedan.
Dalam survei yang sama, IPS juga menyoroti perilaku pemilih dari PKS dan NasDem. Mayoritas pendukung NasDem, menurut survei itu, yaitu 62,5 persen mendukung Anies Baswedan, sementara 19,5 persen mendukung Ganjar, dan 16,3 persen mendukung Prabowo.
Sementara untuk PKS, mayoritas pemilih dari PKS yaitu 65,3 persen mendukung Anies, 23,6 persen mendukung Prabowo, dan 7,5 persen mendukung Ganjar.
Jika melihat dari basis massa partai pendukung Prabowo, mayoritas suara cenderung mengikuti sikap partai. Misalnya, 78,1 persen pendukung Gerindra memilih Prabowo, 35,8 persen dari Demokrat, 48,7 persen dari Golkar, dan 50,1 persen dari PAN.
Prabowo saat ini didukung oleh Koalisi Indonesia Maju yang terdiri atas Partai Gerindra, Golkar, PAN, Partai Bulan Bintang, Partai Gelora Indonesia, Partai Garuda, PRIMA, dan terbaru Partai Demokrat.
Kemudian, Ganjar Pranowo sebagai kandidat kuat lainnya saat ini didukung oleh PDI Perjuangan, PPP, Partai Hanura, dan Perindo.
Dalam survei IPS, mayoritas pemilih dari PPP yaitu 30,9 persen mendukung Prabowo, 31,2 persen mendukung Anies, dan 28,6 persen mendukung Ganjar. Walaupun demikian, basis massa dari PDIP solid mengikuti sikap partainya sebagaimana terlihat dari temuan survei 53,2 persen pemilih PDIP mendukung Ganjar, 36,4 persen mendukung Prabowo dan 9,2 persen pemilih dari PDIP mendukung Anies.
Sumber: viva
Artikel Terkait
Roy Suryo Bocorkan 3 Ancaman Serius untuk Rismon Usai Bersih-bersih Kasus Ijazah Jokowi
Susi Pudjiastuti Sindir Bahlil: Ketahuan Tak Pernah Masak! Ini Fakta di Balik Imbauan Matikan Kompor
Anies Baswedan Datang ke Cikeas Tanpa Undangan: SBY & AHY Bereaksi, Ini Motif Tersembunyi!
Buku Otak Politik Jokowi Segera Terbit: Riset Neurologi Ungkap Sisi Lain Jokowi?