Megawati lantas menyebut jika presiden tak melanjutkan apa yang telah dilakukan oleh presiden sebelumnya dan justru membawa konsep perubahan, hal itu dianggapnya sebagai dansa politik.
"Lah itu yang saya bilang berdansa. Nanti ke sana, ke depan udah baik dirubah ke belakang lagi. Diubah lagi. Aduh saya sampai pusing kadang-kadang. Ini gimana sih maunya Republik ini," tuturnya.
Selain itu, Megawati juga bicara bagaimana seorang presiden harus bisa merancang visi misi jangka panjang.
"Saya bilang pada Pak Jokowi, bayangkan dari presiden, itu bikin visi misi itu sampai ke kepala desa. Ini Harus dikoreksi, nanti kita harus koreksi, kenapa? Pasti dari visi misi presiden ke kepala desa, pasti beda dong. Dari sisi daerahnya dari waktu kerjanya dan lain sebagainya," ujarnya.
"Sehingga dengan demikian yang harus kita bikin adalah sebuah perjalanan konsep Indonesia Raya ke depan itu adalah dengan sebuah visi misi ataupun apapun namanya, itu akan merupakan jangka panjang. Sehingga siapapun pemimpin akan datang, dia harus menjalankan hal itu," sambungnya.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Qodari Resmi Jabat Kepala Bakom: Gaya Komunikasi Pemerintah Berubah Total Jadi Lebih Agresif dan Siap Perang Narasi
Ray Rangkuti Kecam Reshuffle Kelima Prabowo: Cuma Mutasi Figur Lama, Nggak Ada Perubahan Signifikan
Rp3 Miliar untuk Pakaian Dinas? Gubernur Sumsel Buka Suara soal Anggaran Kontroversial Ini
Konflik Timur Tengah 2 Bulan, Menteri ESDM Buka Suara: Stok BBM Nasional Aman?