"Politik itu sering kali hanya dilihat sebagai penggalangan kekuatan untuk mendapatkan kekuasaan politik belaka. Kalau kita melihat ada yang dengan menawar-nawarkan jabatan strategis tertentu, ada pula yang memberikan privilege kebijakan yang menguntungkan diri sendiri atau kelompoknya, ada yang menawarkan hal-hal yang sebenarnya tidak rasional namun dianggap wajar demi meraih kekuasaan," papar Megawati.
Pernyataan Megawati tersebut terlihat sebagai bentuk sindiran untuk Kaesang Pangarep yang baru dipercaya menjadi orang nomor satu di Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Pasalnya, anak Presiden Joko Widodo itu langsung dilantik menjadi ketua umum meski baru dua hari bergabung sebagai kader.
Dengan pengalaman politik yang hampir tidak ada, pengangkatan Kaesang di PSI justru dikaitkan dengan penyalahgunaan kekuasaan oleh ayahnya.
Sumber: akurat.
Artikel Terkait
Din Syamsuddin Bongkar Skenario Board of Peace Trump: Indonesia Terjebak atau Diplomasi Cerdik?
PDIP Protes Program Makan Gratis Prabowo: Benarkah Takut Kalah Lagi di Pilpres 2029?
Standar Ganda Nuklir: Mengapa Israel Tak Pernah Disoal Punya Senjata Atom?
Partai Demokrat Bongkar Standar Ganda AS-Israel: Serangan ke Iran Picu Terorisme Baru?