Terlebih, menurutnya, PDIP sudah pernah menghadapi situasi yang lebih dari situasi saat ini, seperti ketika era Soeharto di mana kadernya diserang.
"Jadi kalau ada sanksi PDIP akan direshuffle itu pun urusannya, atau katanya ada pergantian BIN dan seterusnya itu saya pikir harus dihitung, dikalkulasikan oleh pak Jokowi. Kalau salah hitung, salah kalkulasi itu justru akan membuat legitimasi beliau sangat berbahaya," ucap dia.
Sebelumnya beredar kabar, bahwa Jokowi akan bersih-bersih kabinet dari menteri-menteri asal PDIP dan kubu pendukung Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Saat ini, tercatat ada tujuh menteri asal PDIP di Kabinet Indonesia Maju (KIM) Presiden Jokowi. Ketujuh menteri tersebut adalah Menkumham Yasonna Laoly, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas, Sekretaris Kabinet Pramono Anung,
Berdasarkan informasi yang dihimpun Inilah.com, sejumlah tokoh dikabarkan akan masuk ke Kabinet Indonesia Maju. Seperti Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah.
Selanjutnya ada Wakil Ketua Umum Golkar Bidang Penggalangan Pemilih dan Co-Chair Badan Pemenangan Pemilu Golkar, Ridwan Kamil, Ketua Bidang perempuan DPP Partai Golkar Airin Rachmi Diany dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman.
Sumber: inilah.
Artikel Terkait
Prabowo Buka Suara ke Tokoh Kritis: Kedaulatan Negara Terancam Oligarki!
Prabowo 2029 Tanpa Gibran? Analisis Mengejutkan Soal Strategi Gerindra
Jokowi Dikritik Pedas: Wacana 2 Periode Prabowo-Gibran Dinilai Terlalu Ambisius!
Gibran di Pilpres 2029: Hanya PSI yang Setia? Ini Peta Dinginnya Dukungan Partai