Sebelumnya, Cak Imin mengungkapkan bahwa setelah Pemilu 2019, Jokowi sebenarnya telah menjanjikan kepadanya jabatan Menteri Pertahanan.
Namun, menurut Cak Imin, jabatan tersebut akhirnya diberikan kepada Prabowo Subianto, yang kemudian bergabung dengan koalisi Joko Widodo.
Pernyataan Muhaimin muncul sebagai tanggapan terhadap pertanyaan politisi PAN, Yandri Susanto, yang mempertanyakan konsistensi Cak Imin sebagai Ketua Umum PKB yang berada dalam koalisi pemerintahan Joko Widodo, namun mengusung narasi perubahan di Pemilihan Presiden 2024.
Muhaimin menjelaskan bahwa PAN sendiri sebelumnya juga berada di luar koalisi Jokowi, namun akhirnya bergabung dalam koalisi tersebut. Ia menekankan fleksibilitas dalam dinamika koalisi politik yang terjadi.
Sumber: jawapos
Artikel Terkait
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?
Gatot Nurmantyo vs Kapolri: Analisis Hukum Mengungkap Dampak Kritik yang Dinilai Melemahkan Polri