Sebelumnya, Cak Imin mengungkapkan bahwa setelah Pemilu 2019, Jokowi sebenarnya telah menjanjikan kepadanya jabatan Menteri Pertahanan.
Namun, menurut Cak Imin, jabatan tersebut akhirnya diberikan kepada Prabowo Subianto, yang kemudian bergabung dengan koalisi Joko Widodo.
Pernyataan Muhaimin muncul sebagai tanggapan terhadap pertanyaan politisi PAN, Yandri Susanto, yang mempertanyakan konsistensi Cak Imin sebagai Ketua Umum PKB yang berada dalam koalisi pemerintahan Joko Widodo, namun mengusung narasi perubahan di Pemilihan Presiden 2024.
Muhaimin menjelaskan bahwa PAN sendiri sebelumnya juga berada di luar koalisi Jokowi, namun akhirnya bergabung dalam koalisi tersebut. Ia menekankan fleksibilitas dalam dinamika koalisi politik yang terjadi.
Sumber: jawapos
Artikel Terkait
Ade Armando Resmi Mundur dari PSI demi Jaga Partai dari Polemik Jusuf Kalla
Teddy Indra Wijaya: Dari Ajudan Jokowi ke Seskab Rasa Perdana Menteri – Naik Tak Wajar atau Buah Kepercayaan?
Gatot Nurmantyo Bongkar Alasan Dipecat Jokowi dari Panglima TNI: Saya Ditendang karena Tidak Nurut
Qodari Resmi Jabat Kepala Bakom: Gaya Komunikasi Pemerintah Berubah Total Jadi Lebih Agresif dan Siap Perang Narasi